Jumat, 13 Juni 2014

Cerpen (Langit Malam Terakhir)



Langit Malam Terakhir

Malam menunjukkan pukul 19.30 wib,malam ini adalah malam terakhir di bulan desember , hujan rintik membasahi rerumputan di depan bangunan besar itu, dimana Diego duduk bersandar di sebuah kursi tepan didepan pohon di pelataran gedung. Ditanganya ada dua buah tiket nonton ,tapi Diego hanya sendirian jelas sekali bahwa dia memang sedang menunggu seseorang. Diego terus melirik gelisah kearah gerbang dimana orang berdatangan ,sebagian bergerombol ada juga yang berpasangan romantis dengan gaya dan pakaian couple yang mereka gunakan membuat semua orang merasa iri . tik..tok..tik.. bunyi arloji ditangan Diego semakin terdengar jelas karena orang-orang yang tadinya antri kini semua masuk gedung bioskop yang elit itu untuk menonton film endless love yang ditayangkan serentak diseluruh tanah air .
film yang romantis ini banyak menginspirasi pasangan muda sehingga tak heran jika penonton datang berpasangan ,dengan harapan kisah mereka akan berakhir happy ending seperti yang dituliskan sang penulis. Malam semakin larut tempat itu kini sunyi Diego mulai gelisah .”aah .. sial Filia datang gak sih ?” diego menggerutu sendiri. Dia menggeluarkan handphone  tapi kemudian dia menggurungkan niatnya terlintas kata-kata Filia dibenaknya “aku tidak suka ditanya-tanya , atau di telpon kenapa aku tidak ada ataupun tidak datang , Filia kan sibuk banyak pemotretan jadi tunggu aja Filia yang kasih kabar , kalau kamu tidak sabar kamu boleh pulang. Itu adalah kata-kata yang selalu duicapkan jika ditanya kenapa dia tidak datang ataupun kenapa dia terlambat setiap kali mereka bersama. Diego menengadah kearah langit yang gelap itu, ini adalah tahun kedua hubungan mereka , apakah tahun ini mereka juga tidak akan menghabiskan waktu bersama ? padahal Diego berharap diakhir desember ini Filia mau menemaninya ,tapi,, ya sudahlah mungkin Filia tak akan datang.
            Diego ingat waktu pertama kali cintanya diterima filia ,betapa bahagianya dia saat itu , kenapa tidak filia adalah primadona , semua teman-teman diego iri padanya karena dapat memenangkan hati sang ratu kampus itu. Filia sangat cantik perawakanya ramping ,modis rambutnya yang agak kecoklatan dan kulitnya putih bersih, kalau berjalan dengan taylor swift ataupun selena gomes maka Filia pantas berjalan sejajar dengan mereka . oleh karena itu Diego selalu bersyukur dapat memiliki Filia meskipun filia cuek ,manja ,sering marah dan tak suka disalahkan sudah 2 tahun Diego bersabar melewati itu semua , yah dan kali ini pun kesabaran itu  harus terus dipikulnya.
            Film itu sudah berlangsung 1 jam ,Diego menyerah dia bangkit dari tempat duduknya sambil meremas bungkus rokok yang isinya sudah habis dihisapnya dari tadi , dengan sembarang diego melemparnya dan “pluk “ ah!! .. remasan itu mendarat di kepala gadis disebelahnya diego baru sadar ada orang yang berdiri tidak jauh dari dia , diego kaget sambil menundukkan kepala dia berkata “maaf, tidak sengaja” gadis itu hanya melirik sekilas dengan senyum yang cukup menandakan “tidak apa-apa “ itu adalah tanda dari senyum itu. Diego memandangi gadis itu ditanganya juga terdapat 2 yiket sudah pasti orang yang dia tunggu juga tidak datang.
“Dia tidak datang juga ya? Ujar diego seolah penderitaanya sama dengan gadis itu
“ hem .. “ gadis itu tersenyum lirih , terlihat jelas diwajahnya kekosongan pasti dia kecewa pekik Diego dalam hati , diego berdiri disamping perempuan itu sambil menatap langit
“daripada kedinginan disini , masuk aja kedalam yuk temanku juga tidak datang “ujar diego sok akrab.
“hem,, temanmu kenapa tidak datang? Sahut gadis itu “suaranya kecil dan sendu
“tidak tahu mungkin dia sibuk , padahal dia sudah janji bakal datang “ bagaimana denganmu
“kalu dia janji mungkin dia akan datang , temanku tidak akan datang”
“lo kalau tahu dia tidak akan datang kenapa kamu terus menunggu? Diego bingung sendiri
“dia sudah bilang dia sibuk , aku terus membujuknya sampai dia bilang “akan kuusahakan “ itu tandanya kemungkinan dia datang hanya 1%. Tapi aku tetap menunggunya aku ingin menghabiskan akhir tahun ini denganya ,padahal aku tahu dia tidak menyukaiku dia menyukai temanku , tapi tetap menunggu “hahahah aku memang bodoh”
Diego hanya diam dia memandangi gadis itu “ lalu apakah kamu akan terus menunggu?”
“Ini hari terakhir aku menunggunya, besok aku kan meninggalkan dia bahagia dengan temanku , yah sebenarnya aku ingin melihatnya untuk terakhir kali sebelum aku pergi ““kamu mau pergi kemana? Diego penasaran
“ini hari terakhirku di indonesia , beso pagi aku akan terbang ke greace , ntah kapan lagi aku akan kembali ketanah air” kamu mau perment mint? Gadis itu menyodorkan permen itu
Kenapa mint? Inikan dingin seharusnya kamu beli yang jahe biar hangat “
“kami selalu membagi permen mint untuk menutup akhir tahun , karena kamu yang ada disini “ kamu mau menerimanya ?
“baiklah sepertinya ini pertanda baik “hehe,sepertinya kita cocok. Diego mengedipkan matanya
Cocok dimanaya ? “kita sama-sama menunggu disini dan kedinginan , dan orang yang kita sayang tidak datang “
“hahahah” kamu benar gadis itu tersenyum , diego merasa nyaman sekali gadis ini  sangat tenang .
Dari gerbang utama tampak sebuah taxi masuk sorot lampunya menyilaukan mata mereka dari taxi itu turun Filia , “Diego?? Sambil berlari filia menghampiri Diego tanpa perasaan bersalah fila menarik tangan diego keloket diego menoleh kebelakang kearah gadis yang tadi bersamanya gadis itu hanya tersenyum dan mulai berjalan ke arah gerbang. Ntah kenapa tangan filia tak lagi hangat dirasakanya ,langkah diego berhenti “lo kenapa kita udah telat nih “ujar filia  Diego berpikir sangat keras dalam sesaat kemudian “kamu masuklah aku masih ingin diluar “ apa kamu gila ya”? di9ego mulai berbalik dan berjalan menjauhi filia “ maksud kamu apa? Filia kebingungan “masuklah filmnya sudah mulai diego berlari kearah gadis itu meninggalkan filia “diego.. diego!! Menyebalkan filia teriak kesal
Aku pasti akan dicampakkan setelah ini ujar Diego dalam hati , tapi,,,, biarlah aku pasti akan menyesali ini ,, gadis itu dimana dia diego mencari-cari sosok gadis yang tadi bersamanya ,gadis itu berjalan di trotoar jalan seakan menikmati malam yang larut dia berjalan pelan  diego menghampirinya
“hey!?? Diego memegang tangan gadis itu
“kenapa kamu disini”? sahutnya kaget
“tidak apa-apa , sepertinya diluar sini lebih tenang daripada didalam sana” sahut diego dengan senyum tipis
“dasar bodoh kamu pasti akan bermasalah dengan gadismu”
“Tidak apa-apa , aku lebih suka menemani gadis aneh ngobrol diluar sini “heheh Diego terkekeh sendiri
“lalu”? apa kamu akan berjalan pulang
“tidak aku hanya berjalan sebentar lagi menikmati sejuknya udara tanah air ,sampai besok aku pergi
“baiklah “ diego ikut berjalan menelusuri trotoar jalan itu “ selama 15 menit mereka hanya diam sampai sebuah taxi datang menhampiri mereka . dengan menundukkan kepala gadis itu pamit dan masuk ke dalam taxi
“nice to meet you “ gadis itu tersenyum padanya
“nice to meet you too”
Taxi melaju meninggalkan diego ditengah heningnya malam , 15 menit kemudian sebuah taxi datang membawa diego pulang kerumah.
(keesokan harinya diego )
“Gadis itu sangat tenang dan nyaman” itu kata-kata yang diucapkan diego diakhir kalimat ketika dia menceritakan pengalamanya semalam kepada tommy , “
“lalu”? sahut tommy penasaran
Yah begitu lah.. mungkin dia sudah terbang sekarangke greace
” siapa namanya”?
“aku tidak menanyanya?
Hah!!! Tommy kaget  “ no hp ,email atau pin bb”?
“juga tidak kutanya”
“dasar paok!! Gila lu,, “kau meninggalkan pacarmu yang super cantik ,hanya untuk menemani seorang gadis yang bahkan namanya pun tidak kamu tahu”? hah begitukah!? Teriak tommy tak percaya
“yah begitulah ,,” .. beep heanphone diego berbunyi “sms siapa ? tommy penasaran
“Filia “ ..” apa katanya ?  “we over”
Hahah ,, mampus kau memang gila bro setelah dua tahun perjalanan cintamu kandas hanya karena kau ingin menemani gadis itu .. “salut “ tommy mengangkat jempolnya sambil geleng kepala
Yah ,, “ aku harap gadis itu dapat menemukan kebahagiaanya “
“lalu bagaimana denganmu” ?
“aku tetaplah aku , hidup ini siapa yang tahu diego menatapm langit pagi hari di tahun baru itu dia merasa lebih bebas dari biasanya
Create by : Evianikha tarigan  S

Selasa, 20 Mei 2014

cara ganti trackpad bb gemini sendiri

Nih!! Cara ganti trackpad blackberry gemini sendiri..


Pertama buka penutup batere beserta baternya

Selanjutnya lepas baut !

Cungkil bagian yang ditunjuk di bawah ini !

Baru kaleng bisa dicopot

Dorong trackpad dari depan

Akan terlihat seperti foto di bawah ini.

Lepas modul trackpad dari konektornya

Foto modul trackpad

Sebelum mengganti modul, coba bersihkan konektornya.

Atau boleh jadi konektor pada ponselnya yang kotor seperti pada gambar di bawah.

Cerpen "Perjalanan MERPATI"



PERJALANAN MERPATI
Aku  ini mahasiswa, sebut saja aku merpati. Yah seperti merpati, aku diam-diam jinak, tapi jangan salah, aku tidak seperti marpati bodoh yang sok suci. Ini adalah hari pertamaku mengijakkan kakiku di universitas. Kalimat pertama yang aku ucapkan adalah “ oh my god “ ini kampus atau tempat peternakan sih ? Bangunannya tua, catnya lusuh, sama sekali tidak bagaikan ruang kelas. Tempat itu masi menggunakan ubin tahun lama saat masih jaman belanda. Di dalam kelas kami ada sebanyak 60 orang. Dan yang lebih memprihatikan no AC. Aku bergumam dalam hati “aku salah tempat”. Tempat itu benar-benar tidak seperti yang aku bayangkan. Baru hari pertama ja masuk kampus aku sudah hampir grazy.
Next day aku mencoba untuk beradaptasi dengan keadaan di kampusku. tapi semua orang yang duduk disampingku beda  suku dengan aku. Aku sungguh-sungguh jengkel saat itu. Selama 3 bulan berada didalam kampus, aku semakin galau tingkat tinggi. I don’t like this place !!! Setiap hari aku berangkat dan pulang kampus hanya aku jadikan sebagai formalitas. There’s nothing left in my braind. Tertawa poen hanya sebagai lambang. Memang tidak terlihat aneh , tapi kenyataanya begitu aneh bagiku. I’so very-very bored. This not that what i want !!!!!!
Semaki lama berada disana, aku jadi semakin tidak fokus. Hingga tiba saatnya ujian, aku juga tetap tidak fokus dan aku pasrah kepada kegagalan. Tetapi merpati tetap masih ada dalam keberuntungan, IP aku tetap berada di stadart rata-rata. Utuk pertama kali dalam sejarah hidup aku tidak menunjukkan nilai aku kehadapan orangtua aku. Kini aku sudah masuk di smester 2. Saat tu aku bertemu dengan 3 orang merpati yang sama anehnya dengan aku. Tapi mereka sedikit lebih beruntung dari aku tapi bukan berarti lebih baek dari aku. Kini ada 4 merpati yang membenci tempat itu. Ok i will take yours my friend. But don’t test me ok !!!!! kebencian ini semakin menjadi, dosen terlihat angry monster “trouble” !!!!
Semangat belajar tetap tidak kembali, bahkan cerita ini lebih parah dari bang toyip. Aku memutuskan untuk stop semua ini, aku akan menjelaskannya pada ibu. Saat aku kembali kekampung aku bertemu dengan kedua orangtua aku. Sesampai dirumah aku melihat ibu sedang bercerita dengan seorang tamu yang datang kerumah kami. Dengan bangganya orangtua aku menceritakan tentang tempat kuliahku kepada orang itu. Saat bercererita wajah ibu kelihatan begitu bersinar dan penuh dengan kebahagian karena aku kuliah di farmasi.  Ayah dan ibuku juga semakin giat untuk bekerja, dan apapun mereka lakukan asal halal. Mereka tidak pernak malu bekerja dan tak pernah kenal lelah demi keberhasilanku. Astaga!!! Aku begitu malu dengan kelakuanku. Seolah-olah cecak poen di dinding mengejek aku sambil berkata: Apa yang sudah kamu lakukan ???? lihatlah mereka sudah tua, dan mereka harus banting tulang untuk kamu. Apakah kau akan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang sudah mereka beri padamu ????? apakah kamu tidak kasian pada mereka ?????
Saat kembali kemedan, disudut kamar kostku aku tertunduk lemah, memori dikepalaku terputar kempali. Terlintaslah wajah kedua orang tua aku. Saat q berprestasi mereka tertawa padaku. Begitu juga saat aku gagal, aku menangis di hadapan mereka tapi mereka tetap tersenyum pada aku. It’s okay dear !!! everything will be ok !!! one day !!! kata-kata itu, ea kata-kata yang diucapkan oleh Ayah “one day”. I will replace the star.

Ketika memasuki semester 3, aku berpikir aku harus lebih baik. Semua kelakuanku di masa lalu harus aku ubah dan harus kubenahi. Buluku yang kusut mulai kusisir. Aku begabung dengan merpati-merpati lainnya. Tapi keadaan tidak lebih baek, tapi tidak juga seburuk sebelumnya. Aku dan 3 merpati lainnya, berusaha untuk terbang, agar terlihat lebih cantik. Tapi merak terlalu cantik untuk di saingi, merak yang awalnya memang cantik. Sehingga merpati tidak diangap apa-apa. Lelah i’m tired mom !!! i miss my self, miss  my old friend. I need u all, i need u god.pleace, pleace, pleace bless us. Aku dan 3 merpati yang tak sanggup terbang semakin sibuk dengan hari-hari yang kami jalani. Aku sudah berusaha untuk mencintai tapi aku masih gagal. Q takut, lelah, dan benci pada para merak itu. Melihat 3 merpati lainnya aku harus tetap berusaha tegar supaya aku tidak down.
Aku menemukan sebuah lentera tapi terus mengabaikannya sehingga aku berjalan menuju sebuah lorong gealap dan semakin gelap sehingga aku tiba-tiba takut berada disana. Aku menangis tanpa suara, tapi kakiku menginjak sesuatu dengan daya yng sudah limit. Jika aku terus berjalan dengan bantuan api maka aku akan kegelapan hingga menemukan ujung lorong. Sementara batang korek hanya ada satu. Apakah yang harus aku lakukan ????? Aku tertunduk lama sekali, keringat sudah membasahi tubuhku. Dadaku terasa sesak karena gelap. Tiba-tiba aku teringat pada seseorang. Seseorang yang selalu Setia. Seseorang yang sudah lama kuabaikan. Dan aku berteriak memanggil namaya, “jesus!!!!!!” aku menempatkan aku disini, tunjukkan aku jalan pulang!!! Tiba-tiba aku teringat lentera itu yang ku tinggalkan tidak jauh. Perlahan-lahan aku berjalan menuju lentera itu. Lentera yang cukup minyak untuk membawa aku kembali ke ujung lorong dan dengan satu korek api itu juga.
Sesampainya diujung lorong aku melihat merak itu sudah ada didepanku. Dia tersenyum padaku. Tapi aku mengabaikan dia, karena aku iri pada dia, karena dia bukan bagian dari aku. Tapi dia tetap tersenyum manis padaku walaupun aku menatapnya dengan penuh kebencian. Dan tanpa sadar aku ikut tersenyum pada dia. Dan kali ini senyumku tulus, bukan lagi penuh dengan keanehan. Silau dari merak itu tiba-tiba membangunkan aku dari mimpi panjangku. Aku termenung sejenak mengingat kembali memori-memori kehidupan. Aku terlalu sibuk dengan apa yang aku inginkan. Padahal aku sadar kalu Tuhan selalu menyediakan apa yang aku butuhkan. Dia  tidak akan pernah meninggalkan aku. Dan Dia tau apa yang aku butuhkan. Sehingga aku tahu kalu ternyata banyak merak yang siap mendandani aku tapi aku mengabaikannya karena keangkuhan, kesombongan, dan juga perasaan minder aku. Pagi ini merak yang tidak sombong itu datang menyapa aku aku. Banyak talenta yang dia miliki tapi dia tidak terlalu menonjol, tapi dia tampil menjadi yang terbaik di momentnya. Sehingga aku memutuskan untuk belajar darinya. Belajar menerima kenyataan, belajar menikmati setiap detik dalam hidup dan tetap pada satu alasan “one day”. The sun will be shinning, more than past.


Create by :Evianikha Tarigan